Selasa, 14 Januari 2014

Syair dari Afiku...

Untukmu yang jauh disana,
Berdinding jarak dan waktu,
Berbatas ruang diantara kita…
Jarak yang seakan indah dan rasa jauh mendepak semua cita-citaku.
Masihkan kau jaga hatimu untukku??
Masihkan terbesit kerinduanmu padaku?
Untukmu yang jauh disana…
Ku harap kau slalu menjaga hatimu…
Seperti disini  aku menjaga hatiku…
Semoga cintamu dan cintaku abadi selamanya.
Untukmu yang jauh disana…
Harapan yang berwujud tentang sebuah doa.
Aku hadir dan tersenyum itu kamu disana.

Hidup seakan sempit, nafas seakan sesak tapi nyawa yang bergerak untuk menyatakan bahwa aku butuh kamu.
Untuk kamu yang jauh disana… 
Biarkan rasa ini menggeliat semaunya. 
Kamu yang seakan mengontrol emosi ini menjadi rasa dimana indah untuk dijalani.
Untukmu yang jauh disana,,, satu kata terindah yang aku ucapkan semoga membuat kamu tenang dan bahagia atas kehadirannya.
Kata itu akan tumbuh dan hidup didalam hati kamu selamanya.. “aku sayang kamu”

Jika air mengalir selalu mengalir ketempat yang rendah, 
maka biarkan bebatuan sedikit memperlambat gerakannya… 
tapi pada akhirnya air akan bertemu dengan muara yang membuat dia nyaman dan merasa tenang. Hanya ada kedamaian dalam muara tu,,,ikan pun merasa tenang kerena tidak ada gelombang dan ombak 
(Aku sayang kamu)

Senin, 06 Januari 2014

Afiku

Alhamdulillah ku panjatkan puji dan syukur kepada Alla SWT yang selalu memberi aku nikmat.
Terima kasih untuk Afiku yang selalu memberi aku semangat.
Wanita mana yang tidak bahagia memiliki kekasih sebaik Afiku.
Afiku yang santun, pintar dan menawan parasnya.
Tapi bukan itu yang paling aku suka. Semua ucapan dan tingkahnya selalu mengajarkan aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 
Afiku yang tetap bersyukur walaupun diberi cobaan seberat itu..
Afiku yang selalu bilang hati-hati dalam ucapan..
Afiku yang selalu pamit akan sholat setiap mendengar adzan..
Afiku yang selalu datang lebih awal saat sholat jum'at..
Dan banyak lagi tingkah Afiku yang membuat aku berfikir betapa pantas aku mencintai Tuhan dan keluargaku.

Saat ini aku menunggu Afiku kembali dari pengobatan luar pulau. Kami menjalani kisah ini dengan penuh rindu. Aku diam, walau setiap malam hatiku selalu berisik meminta kepada Allah agar Afiku cepat sembuh dan cepat pulang.