Jumat, 07 November 2014

Pulang Kampung Wonogiri..

15 Oktober 2014


Perjalanan on the way Wonogiri ini menyenangkan.  Bersama kakak, adik dan sepupu. Didalam mobil Jaris warna hitam diantara macetnya jalan Pantura.  Kami menyelinap sebelah kanan, depan dan belakang kami truk. Jalanan padat merayap, tapi kami tidak bosan karena sambil mendengarkan morotal Juz Amma. Modal kami hanya perbekalan yang amat sedkit. tapi kami menyiapkan banyak  jawaban yang akan kami sampaikan disana jika mereka menanyakan hal yang aneh. Malas sekali menjawab. Tapi itu pertanyaan dari orang tua. Sayang, perjalanan ini aku tidak bisa membaca buku kesayangan. Karena suasana mobil yang gelap. Berharap besok bisa melaluI hari dengan banyak hal yang menyenangkan. Sharing dengan keluarga mengenai pernikahanku tahun depan, mungkin juga dengan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi. Aku harus membicarakan itu, menyatakan niatku untuk segera mengakhiri masa lajang. Memberanikan diri untuk membuka pembicaran. Hanya satu yang pasti, niat baik pasti akan dimudahkan. Iya aku berbeda dengan temen-teman yang lain. Mereka diminta  ayah bundanya untuk segera menikah dan mereka pasti membantu dengan cara apapun untuk putrinya. Sementara aku  malas sekali membicarakan tentang itu. Semoga aku siap menghadapi ini. Besok, iya besok akan aku bicarakan. Masih diperjalanan ini daritadi hanya mungkin 500 m kami malaluinya. Macet seperti musim mudik lebaran. Hasil dari GPS macet sepanjang 5 km.  Perjalanan  yang sangat membosankan bukan ? Dan lagi, perjalanan ini membuatku takut akan pertanyaan keluarga dan tetangga besok. Pertanyaan yang tidak penting menurutku dan malas sekali memjawabnya. Oh iya, bagaimana dengan Mas Eko? Dia laki-laki yang baik. Semoga kami segera menikah. Dilancarkan segalanya. Aamiin.