15 Oktober 2014
Perjalanan on the way Wonogiri ini menyenangkan. Bersama kakak, adik dan sepupu. Didalam mobil
Jaris warna hitam diantara macetnya jalan Pantura. Kami menyelinap sebelah kanan, depan dan
belakang kami truk. Jalanan padat merayap, tapi kami tidak bosan karena sambil
mendengarkan morotal Juz Amma. Modal kami hanya perbekalan yang amat sedkit.
tapi kami menyiapkan banyak jawaban yang
akan kami sampaikan disana jika mereka menanyakan hal yang aneh. Malas sekali
menjawab. Tapi itu pertanyaan dari orang tua. Sayang, perjalanan ini aku tidak
bisa membaca buku kesayangan. Karena suasana mobil yang gelap. Berharap besok
bisa melaluI hari dengan banyak hal yang menyenangkan. Sharing dengan keluarga
mengenai pernikahanku tahun depan, mungkin juga dengan kemungkinan-kemungkinan
yang mungkin terjadi. Aku harus membicarakan itu, menyatakan niatku untuk
segera mengakhiri masa lajang. Memberanikan diri untuk membuka pembicaran. Hanya
satu yang pasti, niat baik pasti akan dimudahkan. Iya aku berbeda dengan temen-teman
yang lain. Mereka diminta ayah bundanya
untuk segera menikah dan mereka pasti membantu dengan cara apapun untuk
putrinya. Sementara aku malas sekali
membicarakan tentang itu. Semoga aku siap menghadapi ini. Besok, iya besok akan
aku bicarakan. Masih diperjalanan ini daritadi hanya mungkin 500 m kami
malaluinya. Macet seperti musim mudik lebaran. Hasil dari GPS macet sepanjang 5
km. Perjalanan yang sangat membosankan bukan ? Dan lagi,
perjalanan ini membuatku takut akan pertanyaan keluarga dan tetangga besok.
Pertanyaan yang tidak penting menurutku dan malas sekali memjawabnya. Oh iya,
bagaimana dengan Mas Eko? Dia laki-laki yang baik. Semoga kami segera
menikah. Dilancarkan segalanya. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar